MED MEDAN
Med-medan berasal dari kata omed-omedan yang berarti tarik menarik. Tradisi ini berlangsung tepatnya di Banjar Kaja Sesetan wilayah Denpasar Selatan dan biasanya diselenggarakan satu hari setelah Nyepi yang disebut hari Ngembak Geni. Masyarakat awam sebelumnya hanya memandang med-medan hanya sebagai hiburan atau sebuah permainan , padahal banyak nilai ritual dan filosofis yang terkandung didalamnya. Nilai filosofis med-medan ada pada konsep pertemuan antara Purusha-Pradana (laki-laki dan perempuan) yang sangat jelas terlihat, yang menimbulkan adanya keseimbangan di alam semesta. Tradisi ini berlangsung pada pkl. 15.30 wita tepat di depan Banjar Kaja Desa Adat Sesetan, dan sebelum acara dimulai terlebih dahulu dilakukan persembahyangan bersama. Peserta med-medam adalah pemuda dan pemudi dari empat tempekan dari Sekaa Teruna Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja Sesetan yang berjumlah sekitar 200 orang. Sekaa Teruna dibagi menjadi dua kelompok putra dan putri, yang kemudian akan menunjuk salah satu anggotanya untuk berada di depan barisan, kemudian kedua kelompok akan saling bertemu dan merangkul, sedangkan anggota lainnya di belakang berusaha untuk menarik pasangan yang sedang berangkulan, sehingga antar kelompok akan saling tarik menarik (omed-omedan) disertai dengan guyuran air dan suara gamelan baleganjur semakin menambah semangat dan kegembiraan para peserta. Acara ini secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya, karena pernah suatu hari acara ini tidak diselenggarakan yang akhirnya menyebabkan peristiwa aneh terjadi, dimana sepasang babi yang tidak seorangpun tahu asal muasalnya muncul dan berkelahi di halaman banjar, warga yang melihat kejadian ini berusaha untuk menghentikannya tapi tidak berhasil sampai salah satu diantaranya mati.