Pura ini terletak lebih kurang 4 km ke arah Timur Kota Denpasar, tepatnya di wilayah Desa Kesiman dan sangat mudah dijangkau. Pura ini dikenal dengan upacara ”ngerebong”, suatu tradisi yang melibatkan seluruh penyungsung pura yang mengalami ”kerauhan” dengan menusukkan ”keris” ke dadanya sambil mengelilingi wantilan sebanyak 3 kali. Di pagi hari berlangsung ”tabuh rah” yang merupakan bagian ritual upacara. Piodalan di Pura ini berlangsung setiap 210 hari sekali (6 bulan kalender Bali) tepatnya 8 hari setelah Hari Raya Kuningan.