Menu

SANUR VILLAGE FESTIVAL 2012

  • Senin, 10 September 2012
  • 2561x Dilihat
Yayasan Pembangunan Sanur akan menggelar Sanur Village Festival VII pada 26-30 September 2012 bertema Salampah Lakudengan menggelar berbagai kegiatan untuk promosi pariwisata dan menggerakkan perekonomian setempat. Ketua Umum Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan festival sengaja digelar saat low season untuk menggairahkan kepariwisataan di Sanur. Lokasinya berbeda dengan festival tahun lalu yang digelar bersamaan dengan Pekan Flori Flora Nasional, kini di lapangan Inna Grand Bali Beach. “Kita telah mengevaluasi enam festival sebelumnya dan ingin merayakan kehidupan warga Sanur yang lebih bermakna dan mengesankan,” kata Sidharta Putra yang akarab disapa Gusde, Senin (30/7). Tema Salampah Laku diambil dari judul salah satu geguritan (syair) karya pengarang besar Bali modern Abad Ke-20 Ida Pedanda Made Sidemen, dari Geriya Taman Intaran, Sanur. Filosofi kearifan lokal diangkat untuk menyemangati daya hidup kepariwisataan yang menyokong begitu banyak aktivitas warga keseharian mulai dari kegiatan spiritual hingga perekonomian. Menurut Gusde geguritan tersebut berisi kisah perjalanan hidup yang sarat falsafah dan ajaran Ida Pedanda Made Sidemen, seorang pandita multitalenta, undagi (arsitek), dan pemahat mumpuni.Geguritan ini melukiskan pengembaraan Ida Pedanda Made Sidemen saat menempuh perjalanan suci (dharma yatra) mencari pengetahuan hidup di Griya Mandara, Sidemen, Karangasem. Dalam konteks kekinian Salampah Laku diharapkan menjadi inspirasi bagi semua insan agar termotivasi mencapai kesempurnaan dan kesucian hidup dengan mewujudkan satunya pikiran, perkataan, dan perbuatan. Salampah Laku mengilustrasikan laku kehidupan yang mengalir laksana air dan dijalani secara ikhlas agar mendatangkan manfaat bagi lingkungan dan sesama. Salampah Laku mengandung nilai religiusitas, sosio budaya, dan pendidikan bernilai tinggi.Nilai pendidikan sangat tepat untuk dikedepankan terkait pelaksanaan Sanur Village Festival kali ini untuk menyemangati warga agar tak pernah berhenti belajar. Nilai pendidikan ini juga untuk memberikan teladan dan semangat mengembangkan kepariwisataan di Sanur khususnya dan Indonesia pada umumnya. Nilai pendidikan tersebut diwujudkan melalui suatu kegiatan yang dapat dinikmati khalayak, tanpa mengurangi nuansa universal-internasionaldi tengah aktivitas seni dan sosial budaya warga Sanur.“Festival kali ini bakal menampilkan pencapaian puncak dari berbagai kegiatan masyarakat Sanur agar memotivasi dan menginspirasi generasi ke depan untuk menggapai prestasi terbaik,” kata Gusde yang juga Ketua PHRI Denpasar itu. Gusde menjelaskan kegiatan festival kali ini tetap melanjutkan agenda seperti food festival, kegiatan peduli lingkungan, bazar, turnamen golf, pameran foto, parade jukung, fun games, body painting, melukis wajah & karikatur, yoga massal, panggung hiburan, dan berbagai kegiatan yang melibatkan pengunjung serta wisatawan asing. Aktivitas peduli lingkungan yang akan dilakukan, lanjut Gusde, bersih-bersih pantai, konservasi terumbu karang, edukasi lingkungan hidup, pelepasan tukik, dan penanaman pohon langka. “Penanaman pohon kali ini diutamakan tanaman langka yang biasanya digunakan dalam upacara keagamaan,” kata Gusde. Selain itu akan digelar diskusi budaya Membumikan Gagasan dan Pemikiran Ida Pedanda Made Sidemenuntuk mendekatkan berbagai dimensi pemikiran Ida Pedanda Made Sidemen dengan masyarakat dan kekinian. Sejumlah tokoh diundang untuk menulis dan membicarakannya dalam suatu diskusi yang hasilnya akan dibukukan. SUMBER: WWW.GOTOSANUR.COM

Berita Terpopuler