Menu

DENPASAR FESTIVAL 2012

  • Rabu, 12 Desember 2012
  • 3235x Dilihat
Denpasar Festival 2012 Denpasar sebagai ibukota Provinsi Bali telah menetapkan visi mewujudkan Kota Berwawasan Budaya. Visi tersebut senantiasa diwujudkan dalam kehidupan sehari hari masyarakat Kota dan terbalut dan bentuk keharmonisan dalam keseimbangan. Implementasi pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan tersebut diwujudkan melalui misi pemberdayaan masyarakat yang dilandasi kebudayaan Bali dan kearifan lokal. Begitulah Denpasar dengan karakteristik kota kreatif, berwawasan budaya unggulan, sebagai jantungnya pulau Bali, inspiratif, kokoh dalam jati diri berbasis kebudayaan dan kental dengan spirit multikultural. Denpasar, sebagai ‘’the heart of Bali’’, selama rentang historisnya telah terbukti menjadi pintu gerbang utama bagi dunia internasional di Nusantara dan sebagai domain yang terbuka bagi berbagai proses kebudayaan (transformasi, akulturasi dan amalgamasi) dan menjalani pula berbagai tahapan evolusi ekonomi, baik agrikultur, industri, informasi dan kreatif yang seolah membaur menjadi satu akibat dunia yang makin tak berbatas dan percepatan teknologi informasi dan komputer. Manusia Bali, tidak hanya dituntut untuk berpikir murni, mulia dan melakoni aksi dengan benar dan jujur, namun juga mesti menyampaikannya secara indah; siwam, satyam dan sundaram. Konsepsi ini adalah benang merah menumbuhkan kreativitas dan pengabdian serta memendarkan kesatuan prilaku bagi manusia Bali untuk membiaskan vibrasi positif dalam mencapai khazanah kemasyarakatan yang penuh ketaatan, cinta kasih dan keharmonisan lahir dan bathin. Kepedulian Pemerintah Kota Denpasar terhadap ekonomi kreatif sesungguhnya telah mampu merangsang ide, perasaan, sikap dan kekaryaan yang membadan bagi publik, demi terjaminnya quality of experience dan competitive edge bagi Denpasar yang unggul dan tidak sebatas wacana, logo maupun slogan. Kemampuan Kota Denpasar menjalankan misinya sebagai sebuah Kota Kreatif yang mampu melestarikan segenap tradisionalismenya, merangsang modernitas dan memberi peluang bagi tumbuhnya subkultur aternatif/independen akan menjadikan Denpasar sebagai sebuah zona fisikal dan ranah mentalitet yang unik, nyaman, aman dan multikultur untuk residensi, kunjungan, dan investasi. Denpasar adalah lokalitas di Bali yang mempunyai program/festival paling komprehensif dalam mengetengahkan capaian kreatif, baik tradisonal, modern dan kontemporer. Pekenan Lais Meseluk adalah dinamika dan revitalisasi pasar tradisional, Sanur Village Festival yakni perayaan akan keagungan heritage dan kehidupan turistik di Bali yang membumi, Pesona Pulau Serangan yakni perayaan akan pentingnya konservasi lingkungan hidup, khususnya ekosistem pesisir pantai dan bahari, Maha Bhandana Prasadha merupakan esensi keagungan dan kharisma seni dan budaya adiluhung dengan semangat pantang menyerah dalam menggapai cita-cita, dan Denpasar Festival yakni perayaan keunggulan dan puncak-puncak kreativitas di Denpasar. Keseluruhan aktivitas kreatif ini adalah untuk melibatkan dan memberdayakan insane individu, seniman, budayawan, komunitas-komunitas kreatif dan masyarakat luas, yang esensinya adalah mendidik dan membangun keseimbangan antara jiwa dan raga, batiniah lahiriah, spiritual dan material dari masyarakat secara kreatif menuju keseimbangan dalam perubahan dan tantangan dunia yang mengglobal. Wawancara : Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra seputar Denfes 2012 Kota Denpasar selalu memberi ruang kehidupan masyarakat urban yang pertisipatif dan dinamis dengan nuansa tradisi yang merangkul moderninasasi. Denpasar ternyata mampu memberikan representasi kota yang nyaman, layak dan selalu membuka ruang imajinasi khususnya bagi kaum remaja. Model kota yang makin mampu mensinergikan pertumbuhan ekonomi, teknologi, spirit heritage, nuansa estetika dan roh spiritualitas. Kota yang kaya kreasi dan prestasi dengan layanan yang prima dibidang pendidikan, perdagangan, pariwisata, kebudayaan, lingkungan, dan kesehatan. Sebagai kota yang berwawasn budaya, Pemerintah Kota Denpasar senantiasa konsisten dalam menggali, mengembangkan, dan melestarikan potensi budaya lokal masyarakat. Melestarikan dan mengembangkan kesenian Bali serta memberdayakan sekaa kesenian, seniman dan kebudayaan. Melestarikan dan memberdayakan lembaga-lembaga tradisional. Menggali, memelihara dan melestarikan nilai-nilai peninggalan budaya, sejarah kepahlawanan dan potensi warisan budaya yang hidup di masyarakat. Menyelamatkan, mengkaji, merawat, mendokumentasikan dan mengembangkan naskah budaya Bali. Dan, mengembangkan nilai-nilai budaya lokal genius yang adiluhung. Wujud kepedulian tersebut diejawantahkan dalam bentuk Denpasar Festival yang dikenal dengan nama Denfes yakni sebagai salah satu langkah menggapai visi yaitu terciptanya Kota Denpasar Berwawasan Budaya dengan Keharmonisan dalam Keseimbangan. Sampai tahun 2012 ini sudah lima kali Pemerintah Kota Denpasar menggelar kegiatan Denpasar Festival. Festival rakyat ini selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat kota. Wawancara : Bendesa Adat Denpasar (Tokoh Masyarakat) Di penghujung tahun 2012 ini, kawasan Patung Catur Muka (titik Nol kilometer Kota Denpasar) kembali menjadi pusat berlangsungnya sebuah perhelatan besar yakni Denpasar Festival. Denpasar Festival (Denfest) adalah ajang penampilan puncak-puncak kebudayaan dan kreatifitas masyarakat Kota Denpasar. Denpasar Festival sebuah perayaan akhir tahun, terbuka untuk umum, menampilkan keragaman dan kekayaan ekspresi serta kreatifitas yang lekat dengan Kota Denpasar, selanjutnya terejawantahkan melalui beragam agenda seperti pameran, seminar, talk show, aneka ragam hiburan seni dan budaya baik yang bernuansa tradisional, moderen, maupun avant-garde. Dalam bingkai puncak kreatifitas dan budaya unggulan, Denpasar Festival mengacu pada kota Denpasar sebagai sebuah domain interaksi sosial yang open-minded, multikultur, multidimensi, dan menjadi nilai tambah bagi keberadaan Bali sebagai entitas kebudayaan yang unik dan daerah tujuan wisata terkemuka di dunia. Denpasar Festival tiap tahun menampilkan tema yang berbeda dan pengemasan yang lebih kreatif. Tema Denfest tahun 2012 ini yakni “Kreta Angga Wihita” yang artinya “Kotaku Rumahku”. Tema ini mengandung makna, kota ini adalah milik semua masyarakat. Masyarakat dari manapun etnis dan latar belakangnya wajib untuk menjaganya dan memeliharanya layaknya menjaga rumah sendiri. Denpasar Festival 2012 ini menampilkan ragam seni budaya, ragam kuliner, ragam textile, ragam florikultura, ragam kreativitas komunitas dan ragam potensi unggulan Kota Denpasar. Dan, Denfes ini juga dalam rangka mewujudkan ibu kota Provinsi Bali ini sebagai tujuan wisata dengan menjadikan acara itu sebagai sarana promosi wisata. Denpasar Festival adalah inisiatif dan langkah strategis. Festival ini merupakan pengejawantahan dari semangat Denpasar untuk menjadikan dirinya sebagai sebuah Kota kreatif berwawasan budaya unggulan. Festival ini merupakan perwujudan dari kerjasama erat masyarakat dan pemerintah, sebuah sinergi antara konsep pembangunan top-down dengan inisiatif bottom-up, guna menciptakan sebuah keseimbangan dalam perubahan dan tantangan dunia yang mengglobal melalui kegiatan-kegiatan serta inisiatifinisiatif kreatif. Festival ini merupakan bentuk nyata dari seluruh energi potensial yang dimiliki oleh Denpasar dan masyarakatnya.

Berita Terpopuler