Jelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlangsung pada akhir Tahun 2015 ini dan menghadapi World Tourism Organisation (WTO) Tahun 2020 Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan berbagai langkah mempersiapkan para SDM berkualitas dibidangnya. Tentu langkah ini dengan melakukan sertifikasi profesi bagi tenaga kerja dimasing-masing bidang dari tenaga kepariwisataan, pekerja seni, hingga kompetensi bagi unsur koperasi. Dari langkah terciptanya kompetensi disemua kalangan tenaga kerja di Kota Denpasar ini Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra mendeklarasikan Denpasar sebagai kota kompeten, pada Senin (10/8) di Graha Sewaka Dharma, Lumintang Denpasar.
Deklarasi ini dihadiri langsung Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Sumarna F. Abdurahman yang mengapresiasi langkah Walikota Rai Mantra telah mendeklarasikan Denpasar sebagai Kota Kompeten. Dari Deklarasi ini Denpasar menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang pertama mendeklarasikan diri sebagai kota kompeten yang tak terlepas dari persiapan diri masyarakat Denpasar dalam menghadapi MEA dan WTO yang akan datang. Ini sebagai langkah percepatan sejalan dengan program BNSP dalam melakukan terobosan menghadapi MEA tidak saja bersaing pada SDM namun juga pada produk-produk Indonesia dapat unggul di pasar ASEAN.
Sementara Walikota Rai Mantra mengatakan deklarasi ini sebagai pemahaman bersama dalam kompetensi, karena sertifikasi kompetensi profesi ini sebagai salah satu peran penting dalam menghadapi era MEA dan WTO yang akan datang. Disamping itu juga sebagai sertifikat mencari nafkah bagi tenaga kerja maupun tentang permasalahan perusahaan yang mampu sustanable kedepannya. "Penerapan sertifikasi ini juga sebagai langkah kerja cepat dalam menghadai era MEA dan WTO," ujar Rai Mantra. Kota kompeten ini bukan baru saat ini dilaksanakan yang pada tahun lalu telah dilakukan uji kompetensi profesi bagi kalangan koperasi, dengan menetapkan diri sebagai profesi yang telah memiliki sertivikasi. Kini serifikasi dilakukan pada bidang pariwisata sebagai garda terdepan di Kota Denpasat dan Bali pada umumnya. Sehingga Walikota Rai Mantra mengaharapkan kepada penggiat kepariwisataan dapat menindaklanjuti sertifikasi ini dengan penuh perhatian dan keseriusan. Karena memiliki peran penting dalam kelayakan profesi khusunya di bidang pariwisata. Disamping itu menurut Walikota Rai Mantra 12 profesi telah dilakukan penandatangan ditingkat ASEAN dengan kesiapan pada tingkat sertivikasi profesi. Tidak hanya ditingkat kepariwisataan juga telah menyepakatkan diri pada sertifikasi di bidang tatalaksana rumah tangga. Rai Mantra mengharapkan dengan sertifikasi profesi ini dapat memberikan kemudahan bagi tenaga-tanaga dibidangnya masing-masing. "Permasalahan kompetisi MEA ini dapat memberikan kemudahan lewat akses sertifikasi profesi dibidangnya," ujar Rai Mantra. Lebih lanjut Walikota Rai Mantra juga mengatakan pihaknya telah mengajukan kerjasama dengan BNSP untuk dapat melakukan sertifikasi profesi kepada 35 ribu ketenaga kerjaan dibidangnya masing-masing khususnya di Kota Denpasar. Sehingga diharapkan masing-masing industri kreatif di Kota Denpasar dapat segera membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), seperti sertifikasi kepada industri animasi, arsitektur, tekhnik, hingga engineering. "BNSP akan terus membantu dan mendorong sertifikasi di Kota Denpasar, sehingga mampu berdaya saing tinggi dan nantinya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Rai mantra.
26 Agustus 2025