Menu

ASIA PASIFIC HASH BALI 2014

  • Selasa, 22 April 2014
  • 3530x Dilihat

Kemenparekraf menginisiasi penyelenggaraan kegiatan Wonderful Adventure Indonesia : Asia Pacific Hash 2014 yang akan diselenggarakan di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) (Labuan Bajo) pada tanggal 9-11 Mei 2014. Penyelenggaraan even internasional ini merupakan pelaksanaan flagship (fokus pengembangan) wisata minat khusus sebagai produk wisata unggulan Indonesia oleh Kemenparekraf.

Hingga tanggal 20  April 2014, tercatat sebanyak 1976 peserta telah mendaftar melalui website asiapacific2014.com. Peserta yang mendaftar berasal dari berbagai negara seperti Australia, Inggris, Brunei, China, Belanda, Jerman, India, Jepang, Malaysia serta Selandia Baru. Penetapan lokasi penyelenggaraan di Bali dan NTT merupakan bagian dari upaya memperkenalkan destinasi wisata olahraga potensial di Indonesia kepada masyarakat dunia.

“Strategi kami untuk mengembangkan pariwisata Indonesia adalah 16+7+16, yakni 16 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), 7 wisata minat khusus pada 16 pasar wisata utama. Ajang WAI-ASPAC 2014 yang akan kami adakan di bulan Mei bernilai strategis karena Bali dan NTT adalah bagian dari 16 KSPN serta wisata olahraga adalah 1 dari 7 wisata minat khusus, sementara sebagian besar peserta berasal dari pasar wisata utama Indonesia“ jelas Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada Konferensi Pers setelah memimpin rapat finalisasi penyelenggaraan Adventure Indonesia: Asia Pacific Hash 2014 di Denpasar Bali, Senin (21/4).

Mari Pangestu menambahkan bahwa kegiatan bertaraf internasional seperti WAI-ASPAC ini juga berdampak positif karena akan memacu pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas. Penyelenggaraan even internasional tentu harus didukung oleh adanya fasilitas penerbangan dan infrastruktur yang memadai seperti bandara, pelabuhan, jalan, hotel dan sarana pendukung lainnya.

Penyelenggaraan WAI-ASPAC 2014 mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Provinsi Bali, Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, serta Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka. Segenap Pemerintah Daerah yang terlibat menyatakan kesanggupannya untuk memberikan dukungan welcoming party maupun cultural performance bagi seluruh peserta.

Panitia penyelenggara berharap agar pelaksanaan WAI-ASPAC 2014 juga merangkul pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta, terutama ketersediaan sarana transportasi yang memadai untuk membawa peserta dari Bali menuju Labuan Bajo hingga ke Pulau Komodo.

Penyelenggaraan even wisata olahraga semacam WAI-ASPAC 2014 merupakan upaya nyata agar kegiatan pariwisata semakin memberi manfaat positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Manfaat tersebut tidak terbatas kepada aspek ekonomi saja tetapi juga proses edukasi bagi seluruh kalangan di daerah dalam penyelenggaraan even-even berskala internasional.

Diharapkan penyelenggara WAI-ASPAC 2014 berdampak positif pada peningkatan pendapatan masyarakat hingga lapisan paling bawah, melalui penyewaan becak, mobil, biaya pijat, hingga pembelian souvenir.  Selain diharapkan terjadi peningkatan peran serta Pemerintah Daerah dan stakeholder lain dalam meningkatkan kesiapan destinasi dan sumber daya pendukung pariwisata lainnya.

Panitia penyelenggara juga akan menyiapkan charity even dimana peserta hash secara mandiri menyelenggarakan Red Dress Run dimana nominal uang yang terkumpul digunakan untuk memperbaiki sarana-sarana umum, termasuk sekolah-sekolah

Secara umum, Hash dapat diartikan sebagai bentuk olahraga rekreasi berupa aktivitas jalan dan lari mengikuti petunjuk kertas atau tepung yang disebar dengan jarak tertentu. Lokasinya mengambil daerah yang masih alami seperti pedesaan dan perbukitan atau daerah pegunungan, khususnya daya tarik wisata. Indonesia telah berpengalaman menjadi tuan rumah even olahraga Borobudur Interhash 2012, sebuah even hash internasional 2 tahunan yang dihadiri  oleh para hasher seluruh dunia.

Borobudur Interhash 2012 diselenggarakan di Magelang dan Yogyakarta, mengusung Candi Borobudur sebagai ikon kegiatan, serta memadukan olahraga hash dengan bermacam pilihan rute seperti sungai, gunung, pedesaan dan persawahan, dengan jumlah peserta mencapai kurang lebih 5000 orang.

Kemenparekraf menyadari bahwa pengembangan wisata olahraga di Indonesia memiliki potensi yang besar mengingat keunggulan kondisi topografi alam yang mendukung penyelenggaraan olahraga petualangan. Indonesia memiliki sungai dengan riak yang menantang, puncak gunung yang tertutup salju abadi, pantai dengan variasi ombak, serta topografi yang dapat dikemas menjadi destinasi wisata minat khusus olahraga dan arena penyelenggaraan olahraga petualangan seperti biking, trekking, hiking hingga hash. Pengembangan wisata olahraga merupakan salah satu pilihan yang tepat, karena dalam satu kali penyelenggaraan even, tidak hanya peserta yang akan datang, tetapi juga rombongan ofisial, keluarga hingga supporter peserta. (Puskompublik)

Berita Terpopuler